▴Layanan Aduan▴
▴Maklumat Layanan▴
▴WBK▴
Breaking News
Waspada EBOLA
Himbauan
.png)
Virus Ebola adalah kelompok virus (Orthoebolavirus) penyebab penyakit demam berdarah yang mematikan, dengan tingkat kematian rata-rata mencapai 50%. Virus ini menyerang manusia dan primata, ditandai dengan gejala awal mirip flu yang dengan cepat berkembang menjadi kerusakan organ dan perdarahan.
Berikut adalah informasi lengkap mengenai virus Ebola:
1. Cara Penularan
Virus Ebola tidak menyebar melalui udara (seperti flu atau COVID-19). Penularan terjadi melalui:
- Kontak langsung: Terjadi ketika kulit yang terluka atau selaput lendir (mata, hidung, mulut) bersentuhan dengan darah, air liur, keringat, urine, tinja, atau cairan tubuh lain dari penderita.
- Benda terkontaminasi: Menyentuh pakaian, seprai, atau peralatan medis yang telah tercemar cairan tubuh orang yang sakit.
- Kontak dengan hewan: Penularan awal ke manusia biasanya berasal dari hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar buah, simpanse, dan gorila.
2. Gejala
Masa inkubasi (waktu dari paparan hingga munculnya gejala) berkisar antara 2 hingga 21 hari.
- Gejala awal: Demam tinggi secara tiba-tiba, sakit kepala berat, nyeri otot dan sendi, serta tubuh sangat lemas.
- Gejala lanjutan: Berkembang menjadi mual, muntah, diare, nyeri perut, ruam kulit, dan mata merah.
- Fase parah: Terjadi kerusakan fungsi organ dan perdarahan internal maupun eksternal yang parah (dari hidung, mulut, atau telinga), yang dapat menyebabkan kegagalan organ dan syok.
3. Pencegahan dan Pengobatan
Untuk melindungi diri, sangat penting untuk menjaga kebersihan dan menghindari kontak langsung dengan penderita atau cairan tubuh mereka di daerah yang terjangkit.
- Pengobatan: Hingga kini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan Ebola secara total. Namun, peluang bertahan hidup meningkat secara signifikan jika pasien menerima perawatan suportif intensif sejak dini, seperti infus cairan, transfusi darah, dan obat untuk menstabilkan tekanan darah.
- Vaksin: Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) telah menyetujui vaksin ERVEBO untuk mencegah salah satu spesies virus Ebola (Orthoebolavirus zairense).
.jpg)
.png)
.png)




